Dari Rumah, Sampah Selesai di Sumbernya

Gerakan Ratu Ngebor (Satu Rumah Satu Biopori) kini hadir di Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir. Rabu (16/9), kawasan halaman Madrasah M’irojul Wildan menjadi ruang bersama untuk menguatkan komitmen menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah organik sejak dari rumah. Diawali dengan Flashmob Ratu Ngebor Bersama, kegiatan ini melibatkan masyarakat dan berbagai unsur, bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, jajaran DLH, Kecamatan Tingkir, Kelurahan Tingkir Tengah, serta para kader dan warga.

Melalui biopori, sampah organik rumah tangga tidak sekadar dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat diolah dan dikembalikan menjadi manfaat. Sisa makanan dan bahan organik yang terurai dapat menjadi kompos atau pupuk bagi tanaman. Semangat ini kemudian terlihat nyata di Kebun Gizi Wiroyudan RW 6, yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan. Di kebun yang dikelola bersama warga tersebut, beragam tanaman seperti bawang merah, lidah buaya, daun bawang, tomat, dan terong tumbuh berdampingan—menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan ketahanan pangan keluarga.

Bagi Kelurahan Tingkir Tengah, Ratu Ngebor bukan sekadar tentang membuat lubang biopori, tetapi tentang membangun kebiasaan dan kesadaran bersama. Perubahan dimulai dari rumah, dilakukan bersama keluarga, tumbuh di lingkungan, dan pada akhirnya menjadi gerakan kampung. Sampah selesai di sumbernya, lingkungan semakin lestari, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat

Categories:

Tags:

Comments are closed